FORUM PENGAJIAN QUR'AN HADITS

"Kami hanya ingin menegakkan nilai-nilai Al-Quran dan Al-Hadits"
cbox

Selasa, 09 Juli 2013

Washliyah Dukung ACF Beri Penghargaan Kepada Presiden RI

yusnar-ketum

JAKARTA – Ormas Islam yang sudah berusia 83 tahun, Aljam`iyatul Washliyah (Al Washliyah), mendukung Appel Of Concience Foundation (ACF) memberi penghargaan kepada bangsa Indonesia melalui Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena penghargaan itu dinilai tepat dan layak untuk  bangsa dan negara Indonesia ini.
Ketua Umum Pengurus Besar Aljam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), DR.H.Yusnar Yusuf MS, mengemukakan itu di Jakarta, Selasa (28/5/2013) malam, menanggapi rencana pemberian penghargaan ACF kepada bangsa dan negara  Indonesia. Menurutnya, ormas Islam Al Washliyah yang berdiri pada 30 Nopember 1930 di Kota Medan, Sumatera Utara, sudah tentu banyak mengetahui tentang kehidupan beragama di Indonesia ini. Mulai dari era prakemerdekaan hingga era reformasi ini.
“Al Washliyah banyak tahu tentang kehidupan beragama di bumi Indonesia ini. Termasuk sikap toleransi masyarakatnya yang cukup tinggi dan telah menjadi contoh dunia internasional.” tegas Yusnar Yusuf.
Al Washliyah beserta sejumlah Ormas Islam di tanah air, kata Yusnar Yusuf, sungguh menyesalkan adanya segelintir orang yang menolak rencana pemberian penghargaan yang didasarkan pada kasus-kasus tertentu di tanah air. Padahal kasus itu tidak dapat dijadikan barometer atau standar penilaian. Yang jelas, menurut Yusnar, pembangunan kerukunan hidup beragama sudah sejak dulu dilaksanakan oleh pemerintah bersama tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka agama.
Pernyataan pimpinan Ormas Islam
Pertama, mengapresiasi ACF yang akan memberikan World Statesman Awar kepada Presiden RI terkait kerukunan dan toleransi kehidupan beragama di Indonesia yang telah secara terus-menerus membangun dan mengembangkan kerukunan di Indonesia.
Umat Islam Indonesia sejak awal pendirian RI memiliki komitmen dan menerapkan sikap toleransi kepada umat dan pemeluk agama lain untuk bersama-sama membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang agamis, rukun dan damai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kedua, menyesalkan adanya sekelompok kecil orang yang menolak rencana pemberian penghargaan tersebut yang didasarkan pada kasus-kasus tertentu yang terjadi di Indonsia, yang tidak menggambarkan kondisi real kehidupan umat beragama di Indonesia secara komprehensif dan mengabaikan fakta-fakta yang secara nyata menunjukkan kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.
Ketiga, menyesalkan adanya sekelompok kecil orang yang membangun opini bahwa umat Islam sebagai mayoritas menghambat pembangunan rumah ibadah agama lain. Padahal data pembangunan rumah ibadah pada dua dekade terakhir menunjukkan bahwa perkembangan umat Islam hanya 64,22 %, sedangkan perkembangan rumah ibadah umat Kristen sebesar 131 %, rumah ibadah umat Katolik 153 %, rumah ibadah umat Hindu sebesar 368,9 %, dan rumah ibadah umat Budha 475,25 %. Hal ini membuktikan bahwa opini tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Pimpinan Ormas Islam yang membuat pernyataan, antara lain PB Al Washliyah (Yusnar Yusuf), PBNU (Iqbal Sullam) Al Irsyad Al Ilamiyah (diwakili Ridho Baridwan), PP Persis (Taufiq Rahman), Attahiriyah (Suryani Thahir, Nuruzzaman), PP Muhammadiyah (M. Imran Hanafi), PP PUI (Ahmadi Thoha, Ali Syamsudin), DPP Perti (H.M. Faisal Amin), BKMT/Assyafiiyah (Tutty Alawiyah), MUI (Amidhan).
Wahdah Islamiyah (Muh. Zaitun Rasmin), Persis (M. Abdurachman), Matlaul Anwar (Sadeli Karim), DPP LDII (Abdullah Syam), DPP SI (Raharja Tjakraningrat), DPP LDII (Rio Sidauruk), Sekjen FUI M. Ali Al Khatthath), FUI Wiraman Adnan, Lutfi Hakim, M. Sholeh Amin), At Thahiriyah (Suryani Thaher).
Menurut rencana, Akhir Mei ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Markas Besar PBB, New York, AS, untuk memimpin pertemuan ke-5 Panel Tingkat Tinggi tentang Agenda Pembangunan Pasca 2015. Di sela kegiatan itu, organisasi nirlaba Appeal of Conscience Foundation (ACF) akan menyampaikan penghargaan World Statesman Award. Pengahargaan itu disampaikan kepada Presiden SBY pada 30 Mei 2013 dalam acara terpisah di New York. Penyerahannya dilakukan langsung oleh Presiden ACF, Rabbi Arthur Schneier.
(esbeem)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alhamdulilah Jaza Kumullohu Khoiro , Atas Komentarnya Semoga Alloh Paring aman, selamat, lancar, berhasil, barokah...!